Panduan Step by Step Cara Pengajuan KPR (Kredit Rumah) Syariah Cepat Acc

Panduan Step by Step Cara Pengajuan KPR (Kredit Rumah) Syariah Cepat Acc 


KPR kredit rumah syariah


Apa itu KPR?


Sebelum menuju ke pokok bahasan cara pengajuan KPR Kredit Rumah Syariah, kita akan membahas tentang KPR terlebih dahulu. Apa itu KPR? KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Jadi jika ingin memiliki rumah, Anda bisa kredit dalam bentuk KPR. Jaminan yang digunakan yaitu rumah yang dikredit tersebut.

Saat ini banyak sekali bank yang menyediakan Kredit Pemilikan Rumah. Syarat dan ketentuan pengajuan KPR tiap bank belum tentu sama, jadi Anda harus pintar-pintar memilih bank. KPR terdiri dari beberapa tipe, antara lain yaitu KPR bersubsidi, KPR non subsidi, dan KPR syariah.

KPR bersubsidi diatur oleh pemerintah dan hanya diperuntukkan kalangan menengah ke bawah. Subsidi yang diberikan pemerintah bisa dalam bentuk keringan kredit atau tambahan dana. Berbeda dengan KPR non subsidi dan KPR syariah, KPR non subsidi dan KPR syariah diperuntukkan seluruh masyarakat. KPR syariah biasanya ditangani atau dilakukan oleh bank yang berbasis syariah.

Lalu adakah perbedaan mencolok antara KPR non subsidi dengan KPR syariah? Tentu saja ada perbedaannya. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang perbedaan KPR syariah dengan KPR non subsidi atau konvensional.

 


Perbedaan KPR (Kredit Rumah Syariah) 

dan KPR (Kredit Rumah) Konvensional



Perbedaan yang paling utama dari KPR Syariah dan KPR Konvensional terletak pada akad atau perjanjiannya. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional.

1.  KPR konvensional menggunakan prinsip pinjam meminjam sedangkan KPR konvensional menggunakan akad jual beli.

-     KPR konvensional nantinya akan memberikan pinjaman kepada debitor dalam bentuk Kredit rumah. Debitor diharuskan membayar DP dengan jumlah tertentu dan nantinya debitor dikenai pembayaran bunga sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Jenis KPR di bank konvensional juga bermacam-macam, tergantung jenis bunga yang diterapkan seperti KPR fix, KPR fix dan floating, KPR fix, cap, dan float, KPR float. KPR fix yaitu kredit rumah dimana jumlah bunga yang ditetapkan dari awal hingga akhir pinjaman sama. KPR fix dan floating yaitu KPR dimana menggunakan bunga tetap dan mengambang. Jadi jumlah bunga pada awal periode tetap dan setelah melewati jangka waktu yang telah disepakati, suku bunganya menjadi mengambang.

KPR float merupakan kredit rumah yang menggunakan suku bunga float atau mengambang. Suku bunga dari awal hingga akhir peminjaman mengikuti suku bunga pasar. Sedangkan KPR fix, cap, dan float merupakan KPR yang perhitungan bunganya sama dengan KPR fix dan floating, bedanya hanya di tengahnya ada masa bunga cap.

-   KPR syariah menggunakan akad jual beli (murabahah), akad sewa beli (ijarah muntahia bittamlik/ IMBT), dan akad kepemilikan bertahap (musyarakah mutanaqisah). Akad yang biasa digunakan adalah akad jual beli karena akad tersebut mudah dimengerti masyarakat.

KPR kredit rumah syariah menggunakan akad jual beli maksudnya yaitu bank akan membeli rumah yang diinginkan nasabah lalu menjualnya ke nasabah dengan harga dan margin yang telah disepakati bersama. Nantinya nasabah akan membayar cicilan setiap bulannya dengan jumlah tetap karena margin sudah disepakati jumlahnya di awal.

Selanjutnya yaitu akad sewa beli (ijarah muntahiya bittamlik/ IMBT). Prinsip dari akad sewa beli yaitu bank menyewakan rumah pada nasabah dan nanti di akhir waktu cicilan, nasabah mempunyai pilihan untuk dapat membeli rumah tersebut.

KPR kredit rumah syariah dengan akad kepemilikan bertahap maksudnya yaitu kepemilikan rumahnya bertahap. Jadi awalnya bank dan nasabah membeli rumah bersama, lalu nasabah mencicil secara bertahap pada bank sehingga porsi bank dalam kepemilikan rumah berkurang, hingga akhirnya rumah resmi seutuhnya menjadi milik nasabah.

Inti dari kedua KPR sama yaitu bank sama-sama mendapat keuntungan dari kredit kepemilikan rumah dan nasabah mendapat kemudahan dalam memiliki rumah. Namun dalam hukum Islam, keduanya memiliki perbedaan. KPR Konvensional termasuk riba karena adanya bunga, sedangkan KPR syariah bisa dikatakan bebas dari riba.

2.  KPR Syariah dan KPR Konvensional berbeda ketentuan pinalti nya

Bank konvensional akan memberikan pinalti pada nasabah yang melakukan pelunasan kredit kepemilikan rumah di awal karena besarnya bunga atau untung yang diperoleh bank berkurang. Sedangkan bank syariah tidak akan memberikan pinalti saat nasabah mempercepat pelunasan KPR karena nominal yang harus dibayar sudah ditentukan dan disepakati dari awal.


Kelebihan KPR Kredit Rumah Syariah


Bagi yang belum tahu kelebihan KPR Syariah dan masih ragu ingin melakukan KPR kredit rumah syariah, maka beberapa kelebihan KPR syariah berikut bisa dijadikan pertimbangan.

1.  Akad yang digunakan jelas. Dalam KPR syariah, ada tiga pilihan seperti yang telah disebutkan di atas. Dengan menggunakan akad tersebut, transaksi pembelian rumah tidak termasuk riba. Jadi bagi Anda yang sangat ingin menghindari riba dalam kredit pemilikan rumah, maka KPR syariah bisa menjadi pilihan utama.

2.  Margin tidak berubah-ubah. Margin sudah ditetapkan di awal peminjaman, jadi yang harus dibayar per bulannya tetap. Anda bisa menyisihkan uang yang sama per bulannya untuk membayar cicilan kepemilikan rumah tanpa takut cicilan naik. Berbeda dengan bank konvensional yang bunganya bisa berubah-ubah selama masa kredit.

3.  Tidak ada pinalti saat ingin mempercepat pelunasan kredit kepemilikan rumah syariah.

4.  Uang muka KPR kredit rumah syariah kini lebih ringan dibanding KPR konvensional

5.  Persyaratan dan proses pengajuan KPR Syariah lebih mudah dan lebih cepat

Pinjaman Tanpa Riba KPR Bank Syariah, Apakah Benar Tanpa Bunga?


Mungkin ada yang bertanya-tanya, benarkah KPR bank syariah tanpa riba? Benarkan bank syariah tidak menerapkan bunga?

Sebenarnya pertanyaan tersebut sudah sedikit terjawab di pembahasan sebelumnya, tapi akan kita bahas ulang untuk lebih jelasnya.

Bank Syariah menerapkan prinsip syariah dalam KPR Kredit Rumah Syariah sehingga bisa dikatakan terhindar dari riba. Untuk ada tidaknya bunga, KPR bank syariah memang tanpa bunga. 

Lalu mereka mendapat keuntungan darimana? KPR bank syariah mendapat keuntungan dari margin harga rumah.

Perjanjian antara pihak bank dan nasabah yaitu perjanjian jual beli, sewa beli, atau kepemilikan bertahap. Jadi pihak bank nantinya melakukan pembelian rumah yang diinginkan nasabah, dan menjual atau menyewakan ke nasabah dengan harga yang sudah disepakati bersama. Pihak bank akan memberitahukan terang-terangan pada nasabah mengenai harga rumah dan margin yang diambil bank.

Bank sama-sama menerima keuntungan dari nasabah, yang membedakan hanyalah perjanjian awalnya. Dengan perjanjian yang berbasis syariah, transaksi  di bank syariah terbebas dari riba. 

Mengenai bunganya, bank syariah tidak menetapkan bunga tapi menetapkan margin yang telah disepakati dengan nasabah di awal peminjaman sehingga nasabah akan membayar cicilan dalam jumlah tetap tiap bulannya. Jika nasabah ingin mempercepat pelunasan, jumlah yang harus dibayar pun sama, nasabah tidak mendapatkan pinalti.


KPR Kredit Rumah Syariah Jatuhnya

Lebih Mahal, Benarkah?


Banyak yang beranggapan KPR Kredit Rumah Syariah jatuhnya lebih mahal sehingga banyak yang tidak tertarik. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Penilaian mahal tidaknya tergantung tingkat suku bunga pasar.  

Margin yang diambil oleh bank syariah itu termasuk tinggi dibanding suku bunga bank konvensional. Namun jumlahnya sudah ditentukan di awal, jadi jumlah cicilan per bulannya tetap. Berbeda dengan bank konvensional, bank konvensional memberikan bunga rendah awalnya, tapi kelanjutannya tergantung pada tingkat suku bunga pasar. Nilai suku bunga pasar pun bisa naik turun.

Misalnya di bank syariah menetapkan margin 10 %, maka yang dibayar ya tetap sama sampai akhir pelunasan. Berbeda dengan bank konvensional, yang menerapkan bunga tetap dan mengambang. Di awal cicilan akan sama jumlahnya, tapi di tahun tertentu bunga akan naik turun sesuai suku bunga pasar. Jika suku bunga naik, akan ikut naik dan jika turun juga turun. Saat suku bunga turun, Anda akan diuntungkan dan saat naik Anda juga akan mengalami kenaikan bunga.

Berbeda dengan bank syariah yang sama sekali tidak terpengaruh dengan tingkat suku bunga pasar, jadi saat tingkat suku bunga pasar naik, Anda tetap membayar dalam jumlah yang sama. Karena hal tersebut jugalah KPR Kredit rumah syariah menentukan margin yang lumayan tinggi untuk mengatasi jika suatu saat terjadi kelonjakan suku bunga pasar.


Cara Menghitung Bunga Simulasi KPR

(Kredit Rumah) Syariah


Lalu bagaimana cara menghitung bunga simulasi KPR (kredit rumah) syariah? Untuk perhitungannya setiap bank mungkin berbeda, tapi kita akan menjelaskan cara menghitung bunga simulasi KPR syariah secara umum. Berikut contoh cara menghitung bunga simulasi KPR syariah dengan akad murabahah.

Misal Anda ingin membeli rumah dengan harga Rp 500 juta. Anda DP 20 % nya yaitu Rp 100 juta. Uang DP tersebut akan langsung dibayar ke developer. Sehingga sisa uang yang belum dibayar adalah Rp 400 juta. Jika menggunakan perjanjian murabahah maka bank akan membeli rumah tersebut dan menjualnya kembali pada Anda. Jumlah harga yang harus Anda bayar pun sudah ditambah dengan margin atau keuntungan bank. Jumlah tersebut tentunya sudah diketahui dan disepakati di awal.

Misal bank menentukan margin sebesar 6% per tahunnya dan tenor pembayaran yang disepakati bersama adalah 10 tahun. Maka cara menghitung jumlah yang harus dibayar per bulannya yaitu (harga rumah yang dibayar bank + margin yang diterima bank) : jumlah tenor.

Di kasus di atas berarti, jumlah harga rumah yang dibiayai bank yaitu Rp 500 juta – Rp 100 juta = Rp 400 juta

Margin yang ditentukan bank 6% per tahun, sehingga margin 10 tahun yaitu 60 %. Jumlah totalnya berarti 60 % x Rp 400 juta = Rp 240 juta.

Jika dihitung totalnya, jumlah keseluruhan yang harus dibayar yaitu 640 juta. Jumlah bulan pembayaran 10 tahun, jika dikonversi ke bulan menjadi 120 bulan. Sehingga jumlah yang harus dibayar per bulannya yaitu Rp 640 juta : 120 = Rp 5.333.333,-

Nah, tiap bank nantinya memiliki syarat tersendiri mengenai penghasilan minimal nasabah. Ada yang menentukan bahwa angsuran harus 25 %, 30 %, 35 %, 40%, atau sepertiga dari penghasilan per bulannya. Jika pengahasilan nasabah kira-kira tidak memenuhi syarat, maka biasanya pihak bank akan memperpanjang tenor pembayaran.

Pada kasus di atas, misal penghasilan nasabah adalah Rp 17 juta per bulan. Sedangkan pihak bank menerapkan aturan angsuran 25 % dari penghasilan, jika dihitung penghasilan minimal nasabah untuk angsuran 25 % adalah Rp 21.333.333,-

Maka penghasilan nasabah tidak memenuhi syarat yang ditentukan bank, sehingga bank akan melakukan penghitungan ulang dengan memperpanjang masa pembayaran atau tenor. Misal tenor pembayaran menjadi 15 tahun, setelah dihitung jumlah yang harus dibayar nasabah per bulannya yaitu Rp 4.222.222,-. Penghasilan minimal nasabah untuk angsuran 25 % dari Rp 4.222.222 adalah Rp 16.888.888,-  sehingga nasabah memenuhi syarat pengajuan KPR kredit rumah syariah.

Jika Anda masih bingung cara menghitung simulasi KPR kredit rumah syariah, maka tenang saja karena saat ini sudah banyak aplikasi penghitung KPR. Anda bisa mendownloadnya di playstore atau bisa juga mengunjungi website khusus penghitungan KPR syariah.

Atau jika Anda sudah menargetkan bank syariah tertentu untuk mengajukan KPR syariah, maka langsung saja mengunjungi website resmi bank tersebut untuk keterangan lebih jelasnya terkait DP, margin, dan syarat lainnya. Di website bank biasanya juga disediakan simulasi penghitungan KPR syariah.

Cara Pengajuan KPR Syariah Cepat Acc


Sebelum mengajukan KPR syariah, Anda harus melakukan survei terlebih dahulu tentang syarat dan harga KPR yang ditentukan bank agar nantinya pengajuan Anda cepat diacc. Berikut cara lebih lengkapnya.


1.  Melakukan perbandingan KPR syariah tiap bank


Hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu membandingkan ketentuan KPR di setiap bank. Hal ini sangat penting karena dengan membandingkan satu sama lain Anda bisa mengetahui bank mana yang memberikan program KPR kredit rumah syariah terbaik.

Setiap bank memiliki ketentuan terkait jumlah margin atau keuntungan yang diambil. Tenor atau jangka waktu pembayaran pun juga menentukan jumlah margin yang diambil bank. Beberapa bank biasanya memberikan lembaran kertas yang berisi rincian daftar harga rumah dan jumlah cicilan yang harus dibayar tiap bulannya. Jadi Anda tidak perlu repot-repot menghitungnya. Anda juga langsung bisa menyesuaikan dengan jumlah penghasilan Anda.

Namun jika Anda masih ingin melakukan perhitungan, Anda tanyakan berapa margin yang diambil bank. Semakin lama jangka pembayaran yang diambil, jumlah margin semakin besar. Seperti yang saya lihat di salah satu bank lokal syariah. Margin per tahun yang ditentukan bank untuk jangka pinjaman 5 tahun adalah 9%, tapi margin untuk jangka pinjaman 6 tahun yaitu 9,53% per tahun nya dan margin untuk jangka pinjaman 10 tahun yaitu 10,28 % per tahun nya. Sangat berbeda bukan? Nah jika Anda ingin menghitung sendiri, maka Anda harus menanyakan lebih lanjut pada pihak bank.

Dengan bertanya nantinya tidak akan ada kesalahpahaman. Bertanyalah sampai Anda benar-benar paham karena banyak orang yang merasa dibohongi oleh bank. Padahal hal tersebut kemungkinan besar hanyalah kesalahan mereka saat perhitungan.

Atau jika memang kesalahan bank atau percobaan manipulasi oleh bank, maka dengan bertanya sampai jelas Anda bisa mengajukan protes atau klaim pada pihak bank. Dengan pengetahuan dan kemampuan berhitung Anda yang sudah Anda pahami sebelumnya, Anda bisa membuat pihak bank gagal berbuat curang.

Nah Anda bisa mengunjungi bank satu per satu untuk melakukan perbandingan. Jika Anda tidak memiliki waktu, maka Anda cukup browsing di internet tentang tabel angsuran KPR kredit rumah syariah. Nanti akan banyak hasilnya. Anda bisa memilih salah satu yang terbaik dan termurah.

Namun biasanya di tabel angsuran tidak disertai jumlah margin yang ditentukan bank, jadi Anda hanya bisa memperkirakan lewat perhitungan manual. Untuk lebih jelas dan pastinya sebaiknya ya langsung mengunjungi bank yang bersangkutan.

2.  Mencari lebih dahulu tentang persyaratan pengajuan KPR


Saat mencari tahu tentang jumlah angsuran dan margin KPR kredit rumah syariah, jangan lupa juga untuk mencari tahu syarat dan ketentuan mengajuakan Kredit Pemilikan Rumah. 

Jika Anda mengunjungi bank, Anda tentu akan langsung mengetahui syarat dan ketentuan pasti dari setiap bank. Namun jika Anda tidak memiliki waktu untuk mencari tahu ke setiap bank, maka syarat umum pengajuan KPR ini mungkin bisa membantu.

Syarat dan Ketentuan Pengajuan KPR (Kredit Rumah) Syariah

-        Warga Negara Indonesia
-        Pegawai atau karyawan tetap dengan pengalaman kerja (masa kerja atau total masa kerja di perusahaan sebelumnya) minimal 2 tahun
-        Wiraswasta dengan usaha yang minimal sudah berjalan selama 5 tahun
-        Profesional dengan praktek minimal sudah berjalan selama 2 tahun (di bank tertentu profesional hanya dibatasi untuk yang berprofesi di bidang kesehatan seperti dokter, dokter spesialis, atau bidan)
-    Usia minimal saat mulai pembiayaan atau kredit rumah yaitu 21 tahun dan usia maksimal pelunasan yaitu usia pensiun untuk karyawan dan 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional
-   Tidak masuk dalam daftar pembiayaan bermasalah atau hasil track record di BI checking dan DHBI lancar (clear)
-        Memenuhi persyaratan pemegang polis Asuransi Jiwa
-   Mau membuka rekening di bank syariah yang bersangkutan (jika belum memiliki rekening bank tersebut)

Persyaratan dokumennya antara lain yaitu

Untuk Karyawan Tetap
-   Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan KTP pasangan (jika sudah menikah)
-        Fotokopi Kartu Keluarga
-        Fotokopi Surat Nikah
-        Fotokopi Surat keterangan kerja atau fotokopi SK pengangkatan karyawan tetap
-        Fotokopi surat keterangan gaji terakhir
-        Fotokopi NPWP pribadi (untuk pembiayaan diatas 50 juta rupiah)
-        Fotokopi rekening tabungan atau giro nasabah 3 bulan terakhir
-        Fotokopi Surat Pemesanan Rumah (SPR), untuk kredit rumah baru dari developer
-    Fotokopi sertifikat, IMB, dan PBB, untuk rumah bekas / renovasi / pembangunan / take over

Untuk Wiraswasta
-   Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan KTP pasangan (jika sudah menikah)
-        Fotokopi Kartu Keluarga
-        Fotokopi Surat Nikah
-        Fotokopi legalitas usaha (akte pendirian dan perubahan terakhir, TDP, SIUP, NPWP)
-        Laporan keuangan 2 tahun terakhir
-        Fotokopi NPWP pribadi (untuk pembiayaan diatas 50 juta rupiah)
-        Fotokopi rekening tabungan atau giro nasabah 3 bulan terakhir
-        Fotokopi Surat Pemesanan Rumah (SPR), untuk kredit rumah baru dari developer
-       Fotokopi sertifikat, IMB, dan PBB, untuk rumah bekas / renovasi / pembangunan / take over

Untuk Profesional
-   Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan KTP pasangan (jika sudah menikah)
-        Fotokopi Kartu Keluarga
-        Fotokopi Surat Nikah
-        Fotokopi Surat izin praktek yang masih berlaku
-        Fotokopi NPWP pribadi (untuk peminjaman diatas 50 juta rupiah)
-        Fotokopi rekening tabungan atau giro nasabah 3 bulan terakhir
-        Fotokopi Surat Pemesanan Rumah (SPR), untuk kredit rumah baru dari developer
-      Fotokopi sertifikat, IMB, dan PBB, untuk rumah bekas / renovasi / pembangunan / take over

Setiap bank memiliki syarat yang berbeda-beda, yang disebutkan di atas merupakan syarat pada umumnya. Anda bisa langsung bertanya ke bank yang bersangkutan jika ingin syarat yang lebih lengkap.

3.  Menentukan bank terbaik


Setelah mengetahui ketentuan dan syarat-syarat pengajuan KPR kredit rumah syariah setiap bank, selanjutnya yaitu dengan memilih bank yang memberikan program KPR terbaik menurut Anda. Anda bisa menentukan bank terbaik dengan beberapa faktor berikut.

-     Kepemilikan rekening bank
Setiap bank biasanya memberi syarat agar calon nasabah memiliki rekening di bank tersebut. Nah jika Anda tidak mau membuka rekening bank lagi, maka sebaiknya Anda memilih bank tempat Anda menabung.

-     Margin yang diambil bank
Anda juga bisa menentukan pilihan dengan melihat dari faktor margin yang diambil bank. Setiap bank pasti mengambil margin atau keuntungan yang berbeda dengan bank lain. Jumlah margin pasti juga hampir sama, tapi setiap bank memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda harus pintar-pintar memilih bank mana yang kira-kira tidak terlalu merugikan.

-     Syarat mudah
Pilih juga bank yang memberikan persyaratan mudah. Karena memang ada bank yang mempersulit KPR untuk orang yang memiliki penghasilan pas-pasan.

-     Pengalaman orang lain
Jangan lupa juga untuk bertanya pada orang-orang di sekitar Anda yang pernah mengajukan KPR. Tanyakan padanya bank mana yang paling baik dan bank mana yang memiliki riwayat kurang baik atau buruk.

-     Tidak ada tanda-tanda kecurangan dari pihak bank
Faktor satu ini bisa diketahui dengan bertanya pada orang di sekitar Anda atau bisa juga dengan melihat di internet. Banyak sekali orang yang memposting keluh kesahnya di blog. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut.

4.  Mengunjungi bank dengan tampilan meyakinkan


Jika Anda sudah menentukan pilihan bank, maka selanjutnya adalah dengan mendatangi bank tersebut. Saat ke bank, Anda harus berpenampilan yang meyakinkan. Tidak perlu memasang wajah memelas agar dikasihani pihak bank. Anda hanya perlu terlihat meyakinkan.

Karena Anda sudah mencari tahu semua hal tentang KPR, maka Anda harus berbicara dengan penuh keyakinan, santai, dan percaya diri. Jika ada hal yang kurang jelas dan tersa mengganjal, maka langsung Anda tanyakan saja pada pihak bank.

Hal penting yang perlu Anda ketahui antara lain yaitu jumlah uang muka yang harus dipersiapkan, margin yang ditentukan bank, syarat pengajuan KPR, ketentuan jika ingin mempercepat pelunasan KPR kredit rumah syariah,  dan keuntungan yang diperoleh jika mengajukan KPR di bank tersebut. Jangan lupa juga bertanya tentang biaya administrasi dan biaya lain yang perlu dibayar jika KPR disetujui agar Anda tidak syok saat dimintai bayaran nantinya.

5.  Melengkapi persyaratan yang ditentukan bank dengan baik


Nah jika sudah memahami dan menyetujui persyaratan dan ketentuan dari bank, maka selanjutnya yaitu melengkapi dokumen yang sudah ditetapkan dengan baik. Usahakan semua dokumen yang ditentukan sudah Anda penuhi dan lengkapi.

Jika semua cara tersebut sudah Anda lakukan, maka kemungkinan besar pengajuan KPR Anda akan disetujui. Demikian tadi penjelasan tentang KPR kredit rumah syariah dan panduan step by step cara pengajuan KPR agar cepat di acc. Semoga Anda paham dan semoga pengajuan KPR syariah Anda disetujui. Sekian dan terima kasih.

0 comments