Mengapa Banyak Orang Terlilit Hutang Meski Memiliki Gaji Besar?


beban hutang

Dewasa ini, semakin banyak orang yang terlilit hutang dalam kehidupannya. Uniknya, meskipun memiliki hutang segudang orang-orang tersebut juga memiliki penghasilan yang cukup besar setiap bulannya. Lalu, mengapa banyak orang terlilit hutang meski memiliki gaji besar? Berikut ini beberapa alasannya


Gaya Hidup mewah


Alasan pertama adalah gaya hidup yang mewah. Setiap orang tentu ingin memiliki hidup yang mewah dan bergelimang harta. Sayangnya, tidak semua orang memiliki penghasilan yang memadai untuk hidup bermewah-mewahan setiap harinya. Ketidak seimbangan inilah yang kerap kali membuat banyak orang dengan gaji besar yang secara logika mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari namun justru berhutang untuk memenuhi gaya hidup mewahnya.
Salah satu gaya hidup mewah yang kerap kali membuat orang terjerat hutang adalah memiliki mobil sebelum waktunya. Ya, saat ini membeli mobil bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Semisal Anda memiliki gaji 7 juta setiap bulannya, Anda bisa menggunakan separuh dari gaji Anda untuk mencicil mobil tersebut. Namun, sayangnya beberapa orang justru melupakan hal penting dibalik mobil tersebut yakni perawatannya. Memiliki mobil berarti Anda harus konsekuen untuk merawat mobil tersebut secara rutin seperti service berkala, mencuci mobil hingga membeli bahan bakar. Karena banyaknya kebutuhan untuk merawat mobil tak heran jika banyak orang merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hanya karena dana yang mereka miliki telah dialokasikan untuk memenuhi gaya hidup mewah dengan membeli mobil.

Pengelolaan keuangan yang buruk

Pengelolaan keuangan yang buruk merupakan kunci utama seseorang dapat terlilit hutang meskipun memiliki gaji besar. Seseorang yang memiliki pengelolaan keuangan yang buruk biasanya tidak dapat membagi uang gajinya kedalam pos-pos penting dalam kehidupannya. Pada dasarnya ketika seseorang memiliki uang ada tiga hal yang bisa dilakukan, diantaranya adalah :

1. Konsumsi

Konsumsi merupakan kebutuhan paling penting setiap manusia di dunia ini. Kebutuhan konsumtif sendiri terbagi menjadi tiga jenis yakni primer, sekunder dan tersier. Karena terbagi menjadi tiga jenis, alangkah baiknya Anda mengalokasikan dana yang Anda miliki sebaik mungkin untuk kebutuhan konsumsi Anda sehari-hari. Karena, kebanyakan orang tidak dapat membagi prioritas sehingga tak jarang membuatnya harus hidup konsumtif dengan memenuhi kebutuhan tersiernya lebih dulu. Ketika kebutuhan konsumsi Anda lebih banyak dihabiskan pada sektor tersier maka bukan tidak mungkin gaji besar yang Anda terima tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan primer Anda sehari-hari.

2. Saving

Selain konsumsi, hal lainnya yang bisa dilakukan oleh seseorang ketika memiliki uang adalah menabungnya. Menabung merupakan suatu kegiatan menyimpan dana agar bisa digunakan sewaktu-waktu. Proses menabung berarti Anda mengendapkan dana yang Anda miliki tanpa dikonsumsi sama sekali. Menabung memiliki berbagai manfaat, salah satunya adalah sebagai dana cadangan ketika Anda harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar sewaktu-waktu. Dana yang Anda sisihkan pada pos tabungan juga dapat menghindari Anda dari hutang.

3. Investasi

Selain saving, Anda dapat mengalokasikan dana yang Anda miliki untuk diinvestasikan. Proses investasi merupakan proses yang mirip dengan menabung. Perbedaannya, investasi bertujuan untuk membuat dana yang Anda miliki menjadi berkembang dan menghasilkan profit dikemudian hari. Karena tujuannya untuk menghasilkan profit, dana investasi dapat menjadi tabungan masa depan yang baik untuk Anda.
Investasi merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Ketika Anda tidak ingin terlilit hutang, maka ada baiknya Anda mengalokasikan dana yang Anda miliki untuk berinvestasi ketimbang memenuhi gaya hidup bermewah-mewahan. Ketika Anda berinvestasi maka secara tidak langsung Anda tengah menjamin kehidupan Anda yang lebih baik di masa depan nanti.


0 comments