Cara Menyelesaikan Hutang dengan Cepat Sesuai Hukum Islam, Tanpa Riba

Cara Menyelesaikan Hutang dengan Cepat Sesuai Hukum Islam, Tanpa Riba



Memiliki hutang memang tidak menyenangkan. Pasti selalu kepikiran dan hidupnya tidak tenang.

Sehingga banyak yang mencari cara menyelesaikan hutang dengan cepat  agar hidup bisa kembali tenang.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara melunasi hutang tapi tidak bisa menjamin hutang lunas dalam sehari. Karena hutang duit lunas dalam sehari itu hanya dengan berhutang lagi.

Atau yang sering muncul di browser jika kita mencari dengan kata kunci cara cepat melunasi hutang dalam 1 hari adalah pelunasannya dengan uang gaib, uang hibah, dan lain sebagainya.

Hal tersebut tentu sangat aneh, tidak bisa menjadi jaminan pelunasan hutang, dan tentunya tidak sesuai syariat Islam.

Untuk itulah berikut ini akan dijelaskan beberapa cara menyelesaikan hutang dengan cepat sesuai hukum Islam.


1. Mendekatkan Diri pada Allah



Mendekatkan diri pada Allah merupakan langkah pertama yang wajib kita ambil.

Allah yang mengatur semua hidup kita, Allah yang Maha Segalanya. Karena itulah adukan semua permasalahan yang dialami pada-Nya.

Allah pasti akan memberi jalan keluar terbaik.

Jika selama ini kita jarang atau tidak pernah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sebaiknya bersegeralah untuk bertaubat dan mulai melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.

Ketika kita sudah melakukan semua itu dengan tulus ikhlas, pasti pikiran akan lebih tenang dan bisa berpikiran positif atas semua masalah yang menimpa.

Bagi yang sudah melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, maka diperbanyak lagi amalannya.

Berikut beberapa amalan dan tindakan yang sebaiknya dilakukan.

  • Menghindari maksiat

Perbuatan maksiat tidak hanya dilarang dalam agama, tapi juga dilarang dalam kehidupan sosial. Karena hal tersebut sangat merugikan banyak pihak.


Maksiat juga membuat kita jauh dari Allah. Padahal Allah yang memberi kita rezeki. Jika kita menjauh dari sang pemberi rizki, bagaimana kelanjutan hidup kita? Bagaimana kita bisa menyelesaikan hutang?


Namun mungkin banyak yang bertanya, mengapa pelaku maksiat malah rezekinya lancar? Hal tersebut bukan karena mereka dekat dengan Allah lho.

Kemungkinan terbesar rezeki mereka lancar adalah karena Allah sudah tidak memperdulikan mereka dan memberi mereka kenikmatan dunia saja.

Pernah tidak meninggalkan sholat dan sangat-sangat merasa bersalah? Jika pernah, berarti kita masih disayang Allah karena masih diberi rasa bersalah karena meninggalkan kewajiban.

Jika hati kita sudah beku dan Allah sudah mulai meninggalkan kita, maka saat meninggalkan sholat akan terasa biasa saja, tidak ada perasaan bersalah.

Begitu juga dengan perbuatan maksiat tadi. Jika kita berbuat maksiat dan langsung mendapat balasan, berarti Allah masih menyayangi kita dan ingin kita berubah.

Namun jika banyak berbuat maksiat dan kita malah mendapat banyak kesenangan atau kenikmatan, maka kita seharusnya waspada karena itu merupakan tanda-tanda kita jauh dari Allah. Dan azab yang tertunda seperti itu biasanya lebih mengerikan.

Jadi kita harus bersyukur atas masalah banyak hutang yang kita alami saat ini karena hal tersebut berarti Allah masih sayang pada kita. Ingin kita kembali mendekat padaNya.

Marilah koreksi diri atas perbuatan maksiat yang selama ini dilakukan dan marilah berusaha keras untuk menghindarinya.

  • Memperbanyak Istighfar

Manusia tentu tak luput dari dosa. Untuk itulah kita sebaiknya segera menyadari kesalahan dan memohon ampunan pada Allah.

Mungkin kesulitan akan banyak hutang yang selama ini kita alami itu karena kita banyak dosa. Jadi sebaiknya bersegera untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan agar Allah mengampuni kita dan melancarkan urusan kita.

Firman Allah di surat Nuh ayat 10-12, “maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan ke Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu”.

Dari ayat tersebut kita bisa mengetahui bahwa segitu besarnya faedah dari membaca istighfar.

Istighfar membuat kita mendapat ampunan dari Allah dan dapat membuka pintu rezeki seperti yang disebutkan di ayat di atas. Yaitu yang kekeringan bisa diberi hujan, kebun-kebun bisa subur kembali, yang tidak punya anak akan diberi anak, dan yang miskin akan dibukakan pintu rezekinya.

Begitu pula jika kita memiliki hutang di bank, dengan memperbanyak istighfar kita pasti akan diberi kemudahan untuk melunasinya.

  • Rutin Sholat Malam

Sholat malam merupakan sholat sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Banyak sekali keutamaan sholat malam seperti diampuni dosa-dosanya, menyembuhkan penyakit hati, dilapangkan dadanya, dimudahkan urusannya, ditenangkan hati dan pikirannya, dan masih banyak lainnya.

Sholat malam bisa menjadi waktu yang terbaik untuk bermesraan dengan Allah.

Kita bisa mengadu apa saja yang kita rasakan. Rasanya mengadu di sunyi sepinya malam pun berbeda. Kita akan lebih khusuk, damai, dan tenang dalam menjalaninya.

Di sepertiganya malam juga disebut menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Dengan begitu, perbanyaklah doa di waktu malam. Keluarkan semua unek-unek dan keinginan yang terpendam.

Jika Allah mengizinkan, yang kita inginkan itu pasti bisa terkabul. Termasuk keinginan kita dalam melunasi hutang bank.

  • Rutin Sholat Dhuha

 Selain sholat malam, sholat dhuha juga merupakan sholat sunah yang diutamakan.

Sholat dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan saat matahari sedang naik, kira-kira dari pukul enam atau tujuh an sampai sebelum masuk waktu dhuhur. Sholat dhuha dilakukan sekurang-kurangnya dua rekaat.

Dalam Riwayat At-Thabrani dikatakan bahwa, barang siapa yang mengerjakan sholat dhuha 12 rekaat, maka Allah akan membangunkan istana di surga untuknya.

Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa “Siapa saja yang dapat mengerjakan sholat dhuha dengan langgeng, maka Allah akan mengampuni dosanya, sekalipun dosa itu sebanyak busa di lautan” (HR Turmudzi).

Sholat dhuha juga bisa memperlancar rezeki. Jadi sebisa mungkin rutinkan sholat dhuha. Berikut doa memohon kemudahan rezeki yang biasanya dibaca setelah sholat dhuha.

“Allahumma innadh-dhuhaa’a dhuha’uka wal-bahaa’a bahaa’uka wak-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal-‘ishmata ‘ishmatuk. Allahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzhilhu wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu wa in kaana mu’siran fa yassirhu wa in kaana haraaman fa thahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi-haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakas-shaalihiin”

“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu.  
Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keindahan, kecantikan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”

  • Puasa

Perbanyaklah melakukan puasa, baik itu puasa wajib (qadha puasa misal) atau puasa-puasa sunah seperti puasa senin kamis, daud, yaumul bidh, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan ibadah puasa, kita bisa menahan hawa nafsu untuk berbuat maksiat.

Faedah lain dari ibadah puasa yaitu dengan puasa kita bisa lebih dekat dengan Allah, lebih bisa memperhalus perasaan, melatih kesabaran, mengerti kondisi sesama manusia, menjernihkan hati, dan masih banyak lainnya.

Puasa merupakan ibadah yang istimewa karena Allah sendiri yang akan memberikan balasannya.

“Setiap amalan manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, karena puasa hanyalah untukKu dan Akulah yang akan memberikan ganjaran secara langsung” (HR Bukhari)

Untuk itulah, perbanyaklah berpuasa agar semakin dekat dengan Allah dan dimudahkan semua urusannya, termasuk urusan tentang hutang yang menumpuk.

  • Membaca doa tentang hutang

Memperbanyak doa pelunas hutang juga dapat membantu melancarkan pelunasan hutang.

Berikut dua doa melunasi hutang yang disarankan oleh Rasulullah.

1) Doa agar tidak terlilit hutang (HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 589)

“Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom”

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan sulitnya hutang”

2) Doa terbebas dari hutang yang banyak (HR. Tirmidzi no. 3563)

Saat ada budak mukatab yang mendatangi Ali dan berkata bahwa dia tidak bisa melunasi syarat memerdekakan diri, Ali menjawabnya dengan “maukah kau kuberitahu beberapa kalimat yang diajarkan Rosulullah SAW kepadaku yaitu jika engkau mempunyai hutang segunung pun Allah akan memberi kemudahan dalam pelunasannya. Ucapkan doa,

“Allahumak-finii bi khalaalika ‘an kharoomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”

“Ya Allah cukupkan aku dengan yang halal dan jauhkan aku dari yang haram, dan cukupkan aku dengan karuniaMu dari bergantung pada selainMu”

Itu tadi beberapa amalan lunas hutang yang dapat mendekatkan kita pada Allah dan memudahkan kita dalam melunasi hutang. Sebaiknya dilakukan secara tulus ikhlas karena Allah.


2. Taubat dari Riba



Jika selama ini mendapatkan uang dari cara riba, maka segeralah bertaubat. Karena mendapatkan uang dengan cara riba itu dosa.

Allah telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 275 yang artinya “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.

Pelaku riba pun tak hanya pemakan riba saja (rentenir), tapi juga penyetor riba (orang yang meminjam), pencatat transaksi riba, dan dua saksi transaksi riba. Semuanya mendapatkan dosa yang sama.

Untuk itulah, jangan lagi meminjam uang secara riba. Hindarilah! Karena dalam kenyataan yang kita jumpai selama ini, siapapun yang meminjam uang dengan cara riba usahanya tak akan berhasil.

Atau jikapun berhasil, uang nya itu tidak berkah. Allah telah mengambil keberkahan harta tersebut. Sehingga pemiliknya hidup dengan tidak tenang, banyak masalah, banyak maksiat, doanya tidak dikabulkan, dan yang paling berbahaya yaitu hatinya membeku.

Jika hatinya sudah membeku, berarti Allah sudah tidak memberi kesadaran padanya akan kesalahan yang diperbuat.

Orang tersebut sudah tidak bisa membedakan mana yang salah dan yang benar. Dia menganggap semua yang dilakukannya benar.

Jika sudah demikian, bukankah akan sulit kembali di jalan kebenaran?

Untuk itulah jika sekarang kita diberikan kesadaran akan dosa-dosa mendapatkan uang dengan cara riba, marilah segera bersyukur karena telah ditunjukkan jalan yang lurus. Dan segeralah untuk bertaubat. Bertaubat yang sebenar-benarnya.

Bertaubat yang sebenar-benarnya itu berarti kita tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tidak lagi mendapatkan uang dengan cara riba.

3. Sedekah



Marilah koreksi diri, apakah selama ini kita sudah sering bersedekah? Jika belum, mungkin hutang yang menumpuk yang kita alami itu merupakan peringatan dari Allah agar kita bersegera untuk bersedekah.

Banyak firman Allah dalam Al-Quran yang memerintahkan untuk bersedekah.

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui” (Q.S. Ali ‘Imran: 92)

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”
(Q.S. Al-Baqarah: 274)

“.....Apapun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)” (Q.S. Al-Baqarah: 272)

Begitu banyak perintah Allah tentang sedekah, untuk itu marilah kita mulai bersedekah. Tidak harus langsung sedekah banyak, yang penting berusaha untuk rutin melakukan.

Saat berat melakukan sedekah, ingatlah bahwa sedekah dapat memperlancar rezeki dan bisa menjadi solusi melunasi hutang.

Namun jangan jadikan alasan tersebut sebagai niat utama sedekah. Niat utamanya tetap karena Allah dan ingin membantu sesama. Hal tersebut dijadikan penyemangat atau motivasi saja.

Bagi yang mencari cara melunasi hutang dengan sedekah, cara melunasi hutang Yusuf Mansur berikut mungkin bisa membantu.

Menurut Yusuf Mansur, hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan bersedekah minimal sepuluh persen dari hutang.

Maksudnya adalah jika kita memiliki hutang sebanyak 20 juta, maka kita harus bersedekah minimal dua juta rupiah. Lebih banyak lebih bagus.

Jika belum mempunyai uang sebanyak itu, maka bisa dengan menjual barang-barang berharga dan lain sebagainya. Namun jika jumlahnya tetap belum sampai sepuluh persen nya, maka seadanya saja.

Setelah itu carilah orang lebih susah dan lebih membutuhkan daripada kita. Lunasi hutang mereka. Atau jika tidak menemukan, berikan uang tersebut pada anak yatim. Bayarlah semua kebutuhan mendesak mereka.

Begitu tadi cara melunasi hutang dengan sedekah ala ustadz Yusuf Mansur. Kita bisa mempraktekkannya.

4. Menjual Aset



Ketika sudah mengambil dan mengumpulkan uang tabungan dan masih belum cukup untuk melunasi hutang, maka cara melunasi hutang selanjutnya adalah dengan menjual aset.

Jual semua aset berharga. Sisakan aset yang kira-kira sangat dibutuhkan untuk ke depannya.

Jika tidak rela menjualnya, pikirkanlah bahwa aset tersebut bisa dibeli lagi nanti tapi hutang tidak bisa menunggu nanti. Lunas lebih cepat lebih baik agar hidup tidak selalu terbebani dengan hutang. Seperti sabda Rosulullah berikut.

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya sampai dia melunasinya” (HR Tirmidzi no.1078 dan Ibnu Majah no. 2413)

Untuk itu relakan aset berharga kita untuk melunasi hutang. Jangan mengedepankan gengsi dan apa kata orang.

Misal begini, “teman-teman saya pada bawa mobil, jika mobil saya dijual, saya nanti tidak punya mobil, apa kata mereka nantinya”.

Jangan lah memperdulikan apa kata orang lain dan mengedepankan gengsi seperti itu. Karena pada kenyataannya mereka tidak akan melunasi hutang kita.

Terlalu mengedepankan gengsi juga tidak baik. Sebenarnya biaya hidup itu tergolong murah, yang membuat mahal adalah gengsi, benar bukan?

Jadi, relakan saja aset berharga kita untuk melunasi hutang. Jangan mengedepankan gengsi dan pemikiran orang lain pada kita. Hidup ini adalah hidup kita, jangan biarkan keputusan kita ada campur tangan mereka.

Karena pada dasarnya saat pikiran kita belum dipenuhi dengan pendapat-pendapat orang lain, kita sudah memiliki keputusan sendiri yang sangat jujur dan murni berasal dari hati.


5. Meminjam Uang



Jika hutang tersebut memang sangatlah mendesak, minta disegerakan untuk dilunasi, maka cara melunasi hutang lainnya yaitu dengan meminjam uang, seperti lagu Rhoma Irama, Gali Lubang tutup Lubang.

Namun jangan meminjam uang ke rentenir! Hindari hal tersebut. Karena masalah akan tambah panjang jika kita meminjam uang ke mereka.

Meminjam lah uang ke keluarga atau teman dekat. Keluarga atau teman dekat pasti lebih mengerti tentang kita dan tidak akan memberikan bunga juga.

Kita juga jangan melunturkan kepercayaan mereka. Gunakan uang tersebut untuk melunasi hutang bukan yang lainnya. Dan berusahalah untuk mengembalikan sesuai waktu yang dijanjikan.

Jika mereka memberi kelonggaran boleh kapan saja mengembalikan uang, kita tetap tidak boleh bersantai-santai. Kita harus berusaha keras agar bisa sesegera mungkin mengembalikannya.

Mereka sudah membantu kita, jadi sudah sepantasnya jika kita berusaha keras untuk mengembalikan uang mereka.

Namun jika tidak ada keluarga atau teman yang bisa dimintai bantuan, cara melunasi hutang satu-satunya adalah dengan giat bekerja.


6. Lebih Giat Bekerja



Jika sebelumnya kita masih malas-malasan dalam bekerja, kita sekarang harus lebih giat bekerja. Kita harus ingat hutang menumpuk yang minta segera dilunasi.

Lakukan pekerjaan apa saja yang penting halal dan jauh dari riba. Jika perlu lakukan kerja sampingan.

Saat lelah bekerja, ingatlah hadist “Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok”

Saat bekerja tetaplah mengingat Allah dan tidak meninggalkan kewajiban untuk akhirat. Misal saat kerja sudah adzan, maka berhentilah bekerja dan segeralah untuk melakukan sholat.

Karena jika kita mengejar dunia, maka kita hanya akan mendapatkan dunia, tidak mendapat akhirat. Atau malah kita tidak bisa mendapatkan dunia juga. Namun jika kita mengejar akhirat, maka kita akan mendapatkan dua-duanya, dunia dan akhirat.

“Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”
(Q.S. Al-Jumu’ah: 10)

“Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu (pekerjaan). (Tetapi) sedikit sekali kamu yang bersyukur” (Q.S. Al-A’raf:10)

Allah akan memberi rezeki pada makhluk-Nya jika kita mau bekerja dan berusaha. Dan Allah akan menambah nikmat-Nya, jika kita mau bersyukur.

Jadi jika kita sudah berusaha keras dalam bekerja, kita pasrahkan semua hasilnya pada Allah dengan diiringi doa.

Apabila hasilnya belum cukup untuk melunasi hutang, tetap syukuri semuanya karena mungkin belum rezeki kita atau mungkin Allah telah memberikan solusi lain yang tentunya lebih baik bagi kita.

Percayalah pada Allah yang menciptakan kita.


7. Hidup Sederhana



Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di antara keduanya secara wajar. (Q.S. Al-Furqon: 67)

Hiduplah sederhana saja, tidak berlebihan. Apalagi saat memiliki hutang, ingatlah bahwa hutang tersebut harus segera dibayar. Kendalikan keinginan untuk membeli hal-hal yang tidak penting.

Bersyukurlah dengan hidup yang serba cukup. Jika merasa lelah dengan hidup yang sederhana, lihatlah sekeliling kita. Banyak yang lebih menderita dan susah dibanding kita, tapi mereka tetap tersenyum bahagia.

Mereka bahagia bukan karena semua yang mereka inginkan terpenuhi. Mereka bahagia karena mereka mau menerima dan mensyukuri semua takdir hidup mereka. Mereka sebenarnya juga ingin membeli ini itu, tapi mereka menahannya.

Jadi marilah kita menahan hawa nafsu kita dan memprioritaskan hal yang lebih utama seperti melunasi hutang.


8. Kerja atau Bisnis Sampingan



Ketika cara melunasi hutang yang dilakukan masih belum cukup untuk melunasi hutang, maka sebaiknya kita mencari penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan bisa dengan melakukan kerja atau bisnis sampingan.

Jika memutuskan untuk bekerja sampingan, maka carilah pekerjaan yang tidak terlalu memforsir waktu dan tenaga. Karena kita perlu waktu untuk beribadah, istirahat, dan berkumpul bersama keluarga.

Berkumpul bersama keluarga selain bisa membuat keluarga senang karena kehadiran kita, bisa juga menjadi penyembuh bagi rasa lelah kita.

Jangan berpikiran bahwa bekerja demi keluarga itu sudah cukup membuktikan perhatian dan kepedulian kita. Itu semua belum cukup.

Keluarga sebenarnya tidak menunggu harta yang kita cari. Mereka sebenarnya juga ingin berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan kita. Jadi carilah pekerjaan tambahan yang tidak terlalu menghabiskan waktu dan tenaga.

Atau jika memutuskan untuk melakukan bisnis tambahan, sebaiknya pilih bisnis yang tidak bermodal dan beresiko besar. Bagi yang terbiasa dengan dunia online, berikut terdapat beberapa bisnis online dengan modal minim yang bisa dicoba.

  • Menjadi dropshipper

Kerja seorang dropshipper yaitu dengan menjualkan barang tanpa perlu memiliki stok barang. Jadi penjelasan gampangnya adalah kita hanya menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

Cara menjadi dropshipper yaitu mencari penjual yang sedang mencari dropshipper. Jika tidak ada, kita bisa menawarkan diri pada penjual atau supplier yang telah memiliki bisnis yang besar dan terpercaya.

Jika mereka setuju, maka kita mulai mengiklankan produk mereka di media sosial atau website kita. Apabila ada pembeli yang tertarik dan melakukan pemesanan, kita yang mencatatnya dan memberitahukan tentang pemesanan produk tersebut pada supplier. Nanti supplier yang akan langsung mengirim barang ke pembeli.

Kita memperoleh keuntungannya dari harga produk yang kita tawarkan. Misalnya jika harga dari supplier 50 ribu, maka kita harus memasarkannya dengan harga yang lebih tinggi, 60 ribu misal. Jadi kita memperoleh keuntungan 10 ribu.

  • Affiliate marketing

Affiliate marketing hampir sama dengan dropshipper. Bedanya adalah kita hanya perlu memasang iklan produk di website kita.

Jika ada yang tertarik dengan produk dan mengklik iklan tersebut, maka kita akan mendapat komisi seperti yang telah ditentukan sebelumnya.

Pembeli juga akan melakukan transaksi langsung dengan supplier atau penjual. Tidak melalui kita.

  • Publisher iklan

Penghasilan dari pubhlisher iklan bisa didapat jika kita telah memiliki blog atau website dengan banyak pengunjung. Bagi yang kesusahan membuat blog, bisa membeli blog di www.jualbeliblog.com.

Penghasilan akan didapat jika ada yang mengklik iklan yang kita pasang. Maka dari itu, jumlah pengunjung blog sangatlah berpengaruh.

Sebenarnya masih banyak bisnis online yang bisa dilakukan selain tiga contoh di atas. Anda bisa baca bisnis online sebagai cara melunasi hutang mengetahui lebih lanjut.





Demikian tadi beberapa cara menyelesaikan hutang dengan cepat sesuai hukum islam yang bisa dicoba. Semoga bermanfaat.




0 comments