Dikejar kejar penagih hutang? ini cara Ampuh Menghadapi Debt Collector

Cara Ampuh Menghadapi Debt Collector

Cara Ampuh Menghadapi Debt Collector

Debt collector, mendengar namanya disebut saja kita pasti langsung waspada, berprasangka buruk, dan dalam hati berdoa agar tidak pernah didatangi ataupun ditelepon.

Sebenarnya siapa sih debt collector? Kenapa kesannya begitu menakutkan?

Debt collector jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah penagih hutang. Ya, dia adalah orang yang dimintai tolong oleh bank ataupun pihak lainnya untuk menagih hutang atau cicilan yang tak kunjung dibayar.

Kebanyakan dari kita akan merasa ketakutan saat didatangi debt collector dan akhirnya memutuskan untuk menghindari dan tidak menemui saja. Padahal jika kita memang mengalami masalah keuangan dan belum bisa membayar, seharusnya kita hadapi dan membahas solusinya bersama-sama.

Jika debt collector sudah mengeluarkan omongan yang kasar dan menunjukkan tanda-tanda akan melakukan kekerasan, kita jangan langsung panik. Kita ingatkan dia tentang hukum yang mengatur tentang etika penagihan hutang, khususnya hutang kartu kredit.

Berikut cara lebih lanjut dalam menghadapi debt collector kartu kredit atau cicilan selain kartu kredit seperti rumah, mobil, motor, dan lain sebagainya

Jika debt collector menagih hutang kartu kredit melalui teleponmaka katakan dengan ramah akan masalah keuangan yang sedang kita hadapi. Namun jika mereka tidak menerima dan malah berkata kasar serta menelepon secara terus-menerus sepanjang hari, maka segeralah memberitahu pihak bank atau pihak yang berhubungan dengan utang piutang. Katakan bahwa hal tersebut telah melanggar etika penagihan dan kita terganggu dengan caranya.

Jika debt collector menagih hutang kartu kredit di tempat yang tidak tepat, di jalan misalnya, maka jangan pedulikan mereka. Karena menurut etika yang ditetapkan Bank Indonesia, penagihan hutang hanya boleh dilakukan di tempat tinggal atau tempat penagihan yang telah ditentukan. Jika mereka terus mengejar kita, maka katakan pada mereka untuk mendatangi tempat tinggal kita.

Jika debt collector menagih hutang kartu kredit di luar jam penagihan (08.00 – 20.00), maka tolaklah mereka. Katakan pada mereka bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan penagihan dan suruh mereka datang di jam kerja yang telah ditentukan.

Jika debt collector datang ke tempat kita di jam kerja atau di waktu yang tepat, maka mulailah dengan hal berikut.

1. Menyapa dengan ramah


Saat debt collector datang untuk menagih hutang kartu kredit, sapalah mereka dengan ramah. Mereka mungkin datang dengan amarah yang menggebu-gebu dan wajah garang, jadi sapaan ramah kita bisa lebih mencairkan suasana.

Jika mereka sudah agak enak diajak komunikasi, mintalah mereka menunjukkan identitas diri serta surat tugas. Tanyakan juga siapa yang telah memberi tugas mereka untuk datang ke rumah kita dan mintalah nomor teleponnya.

Jika mereka menolak menunjukkan surat tugas, maka kita perlu curiga karena menurut peraturan yang dikeluarkan Bank Indonesia, salah satu etika penagihan adalah dengan menggunakan identitas dan surat tugas resmi dari bank.

Kita beralasan saja bahwa sekarang sedang sibuk dan tidak bisa melakukan pertemuan lebih lanjut. Katakan pada mereka untuk datang di waktu yang telah disepakati, dan minta juga pada mereka untuk membawa surat tugas.

Namun jika mereka sudah bersikap baik dengan memberikan dan menjawab apa yang kita minta dan tanyakan, maka cara mengatasi debt collector selanjutnya adalah dengan menunjukkan sikap hormat, menghargai, dan memulai diskusi dengan baik.

2. Memulai diskusi pemecahan masalah


Cara menghadapi debt collector selanjutnya adalah dengan mencoba memulai diskusi. Jika mereka sudah bersikap sopan, ramah, dan baik, sudah sewajarnya kita memperlakukan mereka dengan baik dan mulai menceritakan apa permasalahan yang sedang kita alami.

Katakan dengan jujur bahwa kita memang belum mempunyai uang untuk membayar hutang dan cicilan. Kita juga sesegera mungkin akan berusaha melunasinya, tapi jangan katakan waktunya kapan.

Hindarilah membuat janji dengan debt collector, jika mereka menanyakan kapan kita akan melunasi atau menanyakan hal lainnya, bilang saja bahwa kita akan langsung menghubungi pihak bank atau pihak yang berhubungan langsung dengan hutang tersebut.

3. Hubungi RT


Jika debt collector tidak mau menerima alasan kita, dan mereka tetap bersikeras menagih hutang, bahkan mulai menggunakan kata-kata kasar dan ancaman, maka cara menghadapi ancaman debt collector adalah dengan menghubungi RT atau RW di tempat tinggal kita.

Ajak mereka untuk mendiskusikan di rumah kepala RT atau RW. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, maka minta tolonglah pada anak, istri, atau keluarga lain untuk menghubungi dan menjemput ketua RT ke rumah.

Sambil menunggu kepala RT atau RW datang, diam-diam rekamlah perkataan mereka dan peringatkan mereka bahwa mereka telah melanggar etika penagihan hutang yang dikeluarkan Bank Indonesia. Karena dalam etika penagihan, debt collector dilarang mengancam, melakukan kekerasan, mempermalukan kita, dan dilarang  menggunakan tekanan fisik maupun verbal.

Apabila mereka tidak mau mendengarkan apa yang kita katakan, paling tidak kita sudah mempunyai bukti rekaman untuk menuntut mereka jika masalah tersebut berlanjut lebih serius.

Saat RT atau RW sudah datang, ceritakan apa yang terjadi dan mintalah dia untuk menengahi serta memberi solusi atas permasalahan tersebut.

4. Laporkan


Jika bantuan solusi yang ditawarkan RT atau RW tidak juga mempan dan debt collector malah berusaha untuk menyita barang-barang, maka cobalah untuk tetap mempertahankan barang tersebut.

Gunakan juga rekaman pelanggaran etika mereka untuk mengancam mereka. Ancaman disini dimaksudkan baik yaitu agar para debt collector tidak bertindak sesuka hati mereka. Takuti mereka dengan mengatakan bahwa kita mengetahui hukum-hukum tentang penagihan hutang.

Jangan takut saat mengancam mereka, tidak usah khawatir jika tiba-tiba mereka akan melakukan kekerasan karena kita sudah membawa RT atau RW yang siap membantu dan memberi saksi atas yang mereka perbuat nantinya.

Namun jika mereka tidak memperdulikan apa yang kita katakan dan tetap bersikeras untuk menyita barang, maka teleponlah pihak bank dan ceritakan kondisi yang terjadi. Jika pihak bank mau diajak bekerja sama, katakanlah hal tersebut pada debt collector. Tapi jika mereka angkat tangan dan tidak mau bekerja sama, katakan bahwa kita akan melaporkan kasus tersebut dengan membawa saksi dan bukti-bukti.

Selagi kasus tersebut ditangani, kita jangan menitipkan barang yang menjadi jaminan pada orang atau pihak lain. Tunggu keputusan dari pengadilan.

Kita juga bisa melakukan konsultasi masalah tersebut dengan Lembaga Perlindungan Konsumen atau Komnas Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha atau Badan Penyelesaian Sengketa agar mendapatkan nasehat hukum atas permasalahan yang terjadi.

Demikian tadi sedikit tips bagaimana menghadapi debt collector. Jadi jika keadaan ekonomi kita sedang tidak mendukung untuk melakukan pembayaran hutang maka lakukanlah persiapan akan datangnya debt collector.

Kita bisa mempelajari berbagai hukum yang melindungi pemilik kartu kredit dan hukum yang mengatur para penagih hutang. Sehingga nantinya kita akan siap, tidak panik, cemas, dan tidak takut lagi jika ada debt collector yang datang ke rumah. Sekian, semoga bisa bermanfaat.


Baca juga:

Beli Mobil Tanpa Utang? Mengapa Tidak, Begini Caranya!

0 comments