Rumah Akan Disita Bank, Bagaimana Solusinya? - Tanpahutang.com

Rumah Akan Disita Bank, Bagaimana Solusinya?

Rumah Akan Disita Bank, Bagaimana Solusinya?

rumah disita oleh bank, bagaimana solusinya

Bagi yang memiliki permasalahan kredit bank dan menjaminkan rumah tentu sangat panik saat tidak bisa membayar cicilan wajib per bulannya. Seharusnya Anda tidak perlu panik karena terdapat syarat rumah disita bank.

Bank memang memiliki hak untuk menyita rumah jika Anda tidak membayar cicilan wajib yang telaah ditentukan per bulannya. Namun menurut Undang-UndangNomor 4 Tahun 1996 tentang hak tanggungan, bank harus melakukan peringatan terlebih dahulu sebelum melakukan penyitaan rumah.

Saat debitur atau orang yang berhutang tidak membayar cicilan, maka bank terlebih dahulu akan mengeluarkan Surat Peringatan 1 (SP 1) lewat surat ataupun telepon. Debitur akan diberi waktu 1-3 minggu untuk melakukan pembayaran.

Jika belum juga membayar, bank akan mengeluarkan SP 2 dalam tenggat waktu yang sama 1-3 minggu. Lalu apabila belum membayar juga, bank akan mengeluarkan SP 3. Dikeluarkannya surat peringatan 3 ini berarti debitur sudah tidak membayar selama tiga bulan.

Jika memang tidak ada kejelasan dalam pembayaran, maka bank akan memberi kesempatan kepada debitur untuk menjual rumah sendiri dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau jika tidak juga dijual, rumah akan disita bank dan selanjutnya akan dilelang.

Sebelum rumah benar-benar disita pun, bank akan memberi tenggat waktu untuk mengosongkan barang-barang.

Nah, agar rumah tidak disita bank, berikut beberapa alternatif yang bisa dicoba.

1.  Menemui pihak bank


Agar tidak mendapatkan surat peringatan dan rumah disita oleh bank, maka langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah mendatangi bank sebelum tenggat waktu pembayaran. Anda perlu menjelaskan pada pihak bank mengenai masalah dan kondisi keuangan yang sedang dialami.

Jelaskan secara rinci pada pihak bank alasan keterlambatan membayar cicilan. Jujur saja pada pihak bank bahwa Anda sedang mengalami kesulitan keuangan. Pihak bank bukan robot jadi kemungkinan besar mengerti masalah yang sedang Anda alami dan mau diajak bekerja sama.


2. Memperpanjang jangka waktu kredit


Selain menjelaskan alasan kenapa Anda tidak membayar, Anda sebaiknya juga meminta rescheduling atau penjadwalan ulang.

Penjadwalan ulang ini mencangkup perpanjangan jangka waktu kredit (tenor) dan masa tenggang pembayaran cicilan. Nantinya pihak bank akan memperhitungkan perpanjangan tenor kredit sehingga besarnya jumlah cicilan yang harus dibayar per bulan berkurang dan menjadi lebih ringan.

Gampangnya begini, jika awalnya jangka waktu kredit 2 tahun dengan cicilan Rp 7 juta, maka nanti jangka waktu kredit bisa diperpanjang hingga 3 atau 4 atau 5 tahun sehingga cicilan per bulannya berkurang, tidak lagi 7 juta.

Biasanya ada syarat jika melakukan penjadwalan ulang, seperti pembayaran biaya administrasi dan pembayaran denda. Namun tak masalah daripada rumah disita oleh bank.

Selain rescheduling, sebenarnya ada juga reconditioning dan restructuring. Dalam reconditioning, suku bunga dapat diatur ulang menjadi lebih ringan. Misalnya dari bunga floating (suku bunga mengambang) menjadi bunga fixed (suku bunga yang dipatok pada nilai tertentu) untuk beberapa bulan, lalu menjadi bunga floating lagi.

Untuk restructuring atau penataan ulang, bisa dipilih jika penjadwalan ulang dan penetapan syarat ulang tidak cukup membantu. Penataan ulang biasanya berlaku untuk besaran suku bunga, tunggakan bunga, dan pokok kredit.  Misal suku bunga 8 persen diturunkan menjadi 7 persen. Tunggakan bunga dihapus, sehingga tersisa pokok kredit saja.

Hasil negoisasi rescheduling, reconditioning, ataupun restructuring akan ditentukan oleh pihak bank dengan pertimbangan kemampuan Anda dalam membayar.


3. Usahakan memiliki pendapatan tetap


Saat sudah mendapatkan kesepakatan jumlah cicilan yang harus dibayar per bulannya, usahakan Anda memiliki pendapatan tetap yang jumlahnya tiga kali dari jumlah cicilan.

Anda jangan terpuruk karena masalah keuangan yang sebelumnya dihadapi, segeralah bangkit dan mencari pekerjaan baru atau usaha baru agar bisa melunasi hutang dan rumah tidak disita oleh bank.

Jika sudah memiliki pekerjaan, pembayaran cicilan pun sebaiknya dilakukan beberapa hari setelah menerima gaji, agar uang tidak digunakan untuk keperluan lain yang tidak terlalu penting.

Apabila pekerjaan Anda tidak bisa mencukupi untuk membayar cicilan dan pengeluaran harian, Anda bisa mencoba bisnis sampingan seperti bisnis online. Bisnis online hanya membutuhkan modal yang minim dan resikonya juga kecil.

Bisnis online yang bisa Anda coba untuk menghasilkan uang antara lain yaitu dropship, affiliate marketing, membuat blog, pubhlishing iklan, membuat jasa pembuatan website, membuat jasa content writter, menyediakan jasa desain grafis, menjadi translator, menjadi youtuber, menjual foto, dan masih banyak lainnya yang bisa dibaca di bisnis online sebagai cara cepat pelunas hutang.

Penghasilan tetap dan tambahan yang Anda peroleh tentunya bisa membuat Anda membayar cicilan per bulan sehingga rumah Anda aman, tidak disita bank.

4. Menjual aset berharga


Jika kepepetnya Anda tidak bisa juga membayar cicilan wajib per bulannya, alternatif lain agar rumah tidak disita bank adalah dengan menjual semua aset berharga. Sisakan saja aset yang penting untuk mencari nafkah dan keberlangsungan kehidupan.

Aset berharga yang dijual bisa misalnya kendaraan atau logam mulia. Anda harus rela menjualnya agar bisa mendapatkan dana untuk membayar cicilan. Toh nanti jika keuangan Anda sudah membaik, Anda bisa membelinya lagi.

Anda juga harus mulai berhemat dan hidup lebih sederhana. Jangan mengedepankan gengsi dan perkataan orang lain. Karena orang lain tidak akan membayarkan hutang kita.


5. Meminjam pada keluarga atau teman


Kalau memang benar-benar tak ada aset yang bisa dijual, Anda bisa meminta tolong pada keluarga atau teman. Jika mereka memiliki uang mereka pasti akan memberi pinjaman pada Anda tanpa bunga ataupun jaminan.

Namun Anda jangan menyalahgunakan kepercayaan mereka. Segera lunasi hutang jika memang sudah memiliki uang.

6. Menagih hutang


Jika ada yang memiliki hutang pada Anda, segera lah menagihnya. Jangan sungkan-sungkan meskipun masih ada hubungan keluarga. Karena kenyataanya Anda memang sangat-sangat membutuhkan.

Jelaskan pada mereka bahwa Anda sedang dalam kondisi keuangan yang tidak baik dan rumah akan disita oleh bank.

7. Melakukan Over kredit


Jika memang sudah tak ada jalan lain dan tak ada yang bisa membantu, sebaiknya Anda melakukan over kredit atau menjual rumah sendiri daripada rumah disita oleh bank.

Harga jual rumah Anda tentunya bisa lebih tinggi sehingga sisa uangnya bisa menjadi modal untuk membeli rumah baru. Atau jika rumah tersebut termasuk rumah warisan yang tidak boleh dijual, maka minta tolonglah teman atau kerabat untuk membeli rumah Anda sementara dengan perjanjian Anda akan membeli lagi rumah tersebut jika sudah memiliki uang.


Demikian tadi sedikit tips agar rumah tidak disita bank. Sebaiknya hindari meminjam uang di bank konvensional karena termasuk riba dan jika tidak bisa melunasi, jaminan seperti rumah, mobil, motor juga akan disita. Meminjam uang secara riba juga membuat hidup menjadi lebih ribet, tidak terkontrol, dan tidak berkah.










Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rumah Akan Disita Bank, Bagaimana Solusinya?"

Post a Comment